“Kami mencoba membuat tools yang tidak hanya mempercepat pengukuran, tetapi juga memberikan acuan yang sama bagi setiap orang yang melakukan pengecekan. Dengan begitu, penentuan kesesuaian ukuran tidak hanya bergantung pada cara masing-masing pemeriksa,” kata Daven.
Dosen Teknik Logistik UPER sekaligus pembimbing pengembangan alat tersebut, Adji Candra Kurniawan, Iwan Sukarno, dan Yelita Anggiane Iskandar, bersama laboran Nanda Ruswandi, mengatakan bahwa penggunaannya membantu menyederhanakan proses pemeriksaan ribuan seragam dengan spesifikasi yang beragam.
“Alat ini membantu mempercepat proses pengukuran. Seragam cukup dibentangkan untuk mengetahui kesesuaian ukuran dan melihat sejauh mana deviasinya dari standar. Kami juga memberikannya kepada vendor agar potensi kesalahan dapat diminimalkan sejak awal,” ujar Yelita.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata menjadi bagian penting dari pembelajaran di Teknik Logistik UPER untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Logistik saat ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana barang berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi bagaimana rantai pasok dikelola secara efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa Teknik Logistik UPER kami bekali dengan pembelajaran yang dekat dengan persoalan nyata, mulai dari rantai pasok global, logistik energi berkelanjutan, hingga logistik maritim. Pengalaman seperti ini penting agar mereka mampu menggunakan keilmuannya untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat,” ujar Prof. Ichsan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.