Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau

A Penulis : ADMIN ADMIN   |   R Editor : Redaksi Redaksi
22 Mei 2026 | 20:45 WIB
Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau
Foto bersama jajaran pimpinan Universitas Pertamina, perwakilan Pertamina Group, serta para pembicara dan moderator dalam kegiatan Studium Generale Sustainability 2026. (Foto: Dok. Humas Universitas Pertamina)

Jakarta, Dailypos - Peningkatan aktivitas mobilitas masyarakat berimbas langsung pada tingginya jejak karbon nasional. Sektor transportasi menyumbang 150 juta ton emisi CO₂, dengan 73 persennya disumbang oleh 166 juta unit kendaraan bermotor (Katadata, 2024). Kondisi ini menjadi tantangan berat dalam menyukseskan agenda dekarbonisasi. Guna menjawabnya, diperlukan langkah-langkah strategis dan terintegrasi untuk mempercepat transisi menuju kota rendah karbon.

Advertisement

Merespons tantangan tersebut, Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar mengganti bahan bakar, melainkan mentransformasi cara jutaan orang bergerak dan beraktivitas setiap harinya.

Advertisement

"Untuk mewujudkan NZE 2060, Pertamina proaktif membangun ekosistem kota cerdas melalui diversifikasi energi hijau dan transportasi terintegrasi, seperti pengembangan biodiesel B50 hingga infrastruktur kendaraan listrik," jelas Agung dalam Studium Generale Sustainability di Universitas Pertamina, 21 Mei 2026. Ia menambahkan, komitmen ini diperkuat langkah taktis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar kedaulatan energi.

Advertisement
Tenny Elfirda, Direktur Pengembangan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, menyampaikan pandangannya mengenai pengembangan bisnis hijau PT Pertamina dan roadmaps bisnis. (Foto: Dok. Humas Universitas Pertamina)

Forum diskusi dan kuliah umum bertema "Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition" tersebut sukses mempertemukan kurang lebih 200 peserta lintas sektor. Turut hadir Profesor dari USC Sol Price School of Public Policy sekaligus Direktur METRANS Transportation Consortium, Prof. Marlon Boarnet, yang menekankan pentingnya desain kota untuk menekan emisi.

"Kota hijau berawal dari tata ruang yang memprioritaskan integrasi transportasi publik. Riset saya menunjukkan masyarakat di radius seperempat mil dari stasiun kereta menggunakan kendaraan pribadi sekitar 35 persen lebih sedikit," paparnya.

Dari lini industri, Direktur Transformation, Digitalization, dan Sustainability PT Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, memaparkan bahwa transformasi bisnis Pertamina kini sudah terintegrasi dalam konsep berkelanjutan di seluruh lini transportasi.

Advertisement
Tag :
Advertisement
Advertisement

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Advertisement