Stasiun Belawan Dipacu Jadi Gerbang Logistik Sumut, KAI Catat Angkutan CPO 27.460 Ton dan Peti Kemas 18.636 TEUs hingga Agustus 2026
Medan, DAILYPOS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik strategis Sumatera Utara yang terintegrasi langsung dengan kawasan Pelabuhan Belawan. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh konektivitas angkutan barang berbasis kereta api, terutama untuk distribusi komoditas dan peti kemas yang menopang rantai pasok wilayah.
Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) ke Stasiun Belawan pada Senin (31/8/2026). Rombongan dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian yang dinilai penting sebagai tulang punggung logistik daerah, khususnya yang terhubung langsung dengan aktivitas kepelabuhanan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan Stasiun Belawan memegang posisi vital dalam menjaga kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga penanganan petikemas di Sumatera Utara.
"Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan petikemas di Sumatera Utara," ujar Anwar di Medan, Senin.
Data KAI Divre I Sumut menunjukkan, hingga Agustus 2026 angkutan barang yang melintasi Stasiun Belawan membukukan volume bongkaran mencapai 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan. Pada layanan angkutan peti kemas, Stasiun Belawan tercatat melayani 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs), dengan rincian 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs bongkar. Khusus volume muat peti kemas, terjadi lonjakan hingga 83 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 6.974 TEUs.
"Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara," ungkap Anwar.
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.