Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir

R Penulis : Redaksi Dailypos Redaksi   |   R Editor : Redaksi Redaksi
02 Mei 2026 | 14:24 WIB
Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Pada baris atas dari kiri ke kanan yaitu Dr. Dumex Sutra Pasaribu, Dr. Nonni Soraya Sambudi, dan Dr. Nila T. Berghuis, S.Si., M.Si., sedangkan pada baris bawah dari kiri ke kanan adalah Assoc. Prof. Dr. Eng. Ir. Mega Mutiara Sari, S.T., M.Si., CSDS., CSRS., Dr. Ir. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc., dan Eka Puspitawati, Ph.D. (Foto: Dok. Humas Uper)

Assoc. Prof. Dr. Eng. Ir. Mega Mutiara Sari, S.T., M.Si., CSDS., CSRS. (FPI - Teknik Lingkungan & Sustainability)
Menjawab tantangan transisi energi dari sudut pandang pelestarian alam dan prinsip sustainability, Dr. Mega memfokuskan risetnya pada tata kelola lingkungan industri dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan (Waste-to-Energy) yang berkelanjutan. Melalui pendekatan rekayasa lingkungan berbasis keberlanjutan, Dr. Mega memastikan pembangunan infrastruktur hijau tidak hanya menghindari terciptanya jejak polusi baru, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular, memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat ketahanan lingkungan jangka panjang sebagai solusi bagi permasalahan limbah nasional.

Advertisement
Kegiatan laboratorium Universitas Pertamina. (Foto: Dok. Humas Uper)

“Transisi energi bukan sekadar mengganti sumber tenaga, melainkan tentang bagaimana kita memutus siklus polusi secara total dengan pendekatan berkelanjutan. Melalui teknologi yang tepat, kami mengubah beban limbah menjadi aset energi bersih yang bernilai, sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Inilah langkah nyata untuk memastikan setiap kemajuan teknologi berjalan selaras dengan pemulihan ekosistem hidup, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan generasi mendatang.” tegas Mega.

Advertisement

Dr. Ir. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc. (Fakultas Komunikasi dan Diplomasi - Komunikasi)
Memastikan transisi energi memiliki "wajah kemanusiaan," Dr. Farah memimpin strategi edukasi dan pendekatan humaniora agar setiap inovasi teknologi dapat diterima luas oleh masyarakat. Baginya, dukungan sosial adalah kunci agar perubahan besar ini menjadi gerakan budaya yang nyata di tengah publik

Advertisement

“Tanpa literasi dan penerimaan publik, teknologi secanggih apapun tidak akan berdampak besar tanpa literasi publik yang kuat. Tugas kami adalah menjembatani sains ke dalam narasi yang dipahami masyarakat, sehingga transisi energi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menjaga bumi tetap layak huni,” tegas Dr. Farah.

Advertisement
Tag :
Advertisement
Advertisement

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Advertisement