Pasien Stroke Diduga Meninggal Usai Disuntik Obat Penenang, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis RS Efarina
Pematangsiantar, DAILYPOS.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Hotnida Simanjuntak, pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar, Sabtu (15/8/2026) malam. Keluarga menduga kuat adanya kelalaian medis yang menyebabkan kematian ibu mereka, setelah pasien disuntikkan obat penenang tanpa edukasi dan persetujuan keluarga.
Mario Sirait, warga Jalan Pantai Timur, Kota Pematangsiantar yang merupakan anak almarhumah, menceritakan kronologi kejadian pilu tersebut, Kamis (10/9/2026).
Dijelaskannya, sang ibu (almarhum) datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Efarina Etaham, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dengan kondisi masih sadar, bisa membuka mata, dan badan masih bergerak.
"Saat itu kami menunggu di IGD, belum dipegang dokter dan perawat. Sekitar 15 menit baru ditangani. Rencananya mau difoto kepala atau CT Scan," ujar Mario.
Namun, proses CT Scan yang dilakukan petugas radiologi gagal sebanyak dua kali. Alasan yang disampaikan petugas, pasien terus bergerak sehingga hasil tidak bisa keluar.
"Kata petugas radiologi, gagal dua kali foto, tidak bisa keluar hasilnya karena pasien goyang, gerak badan," lanjut Mario.
Kemudian, seorang perawat IGD datang membawa suntikan penenang. Keluarga terkejut dan langsung menolak tindakan tersebut.
"Perawat bilang, kata dokter IGD disuntikkan penenang biar bisa difoto untuk ketiga kalinya. Kami MENOLAK karena dokter tidak ada bicara sama keluarga pasien, tidak ada edukasi, tidak ada penjelasan," tegas Mario.
Keluarga menyampaikan bahwa pasien mengalami stroke ringan, namun selama ini tetap aktif, bisa bekerja, hanya saja gelisah dan terus membuka mata.
"Kami bilang jangan disuntik. Tapi dokter IGD dan perawat datang bilang aman," ucapnya.
Disuntik, Pasien Langsung Kejang dan Muntah
Saat suntikan pertama dilakukan hingga habis, tiba-tiba pasien muntah dan mengalami kejang-kejang. Akibatnya, CT Scan ketiga tidak jadi dilakukan.
"Dokter dan perawat bilang, ini reaksi obat yang disuntiknya. Kami histeris dan minta oksigen," kata Mario.
Namun, menurut Mario, tidak ada oksigen atau pertolongan apa pun yang diberikan. Para perawat hanya diam di ruang CT Scan.
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.