Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Pemkab Simalungun Ajak MUI Berperan Aktif Jaga Kerukunan dan Bina Generasi Muda

T Penulis : Tim Redaksi Tim   |   B Editor : Brian Nicholson Sianturi Brian
05 September 2026 | 15:12 WIB
Pemkab Simalungun Ajak MUI Berperan Aktif Jaga Kerukunan dan Bina Generasi Muda
Pemkab Simalungun Ajak MUI Berperan Aktif Jaga Kerukunan dan Bina Generasi Muda. (Foto: Diskominfo Simalungun)

Pemerintah Kabupaten Simalungun memandang MUI dan para ulama sebagai mitra strategis utama dalam upaya pembangunan daerah. Oleh sebab itu, MUI diharapkan tidak hanya berperan hadir saat persoalan muncul, melainkan mampu bergerak lebih awal dalam memberikan arahan dan pencegahan sebelum masalah berkembang menjadi besar.

Bupati juga mendorong MUI untuk memperkuat pembinaan generasi muda, menghadirkan dakwah yang sejuk, mencerdaskan, dan relevan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital agar pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan lebih luas.

Advertisement

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penguatan ekonomi umat, peningkatan kepedulian sosial, serta pemeliharaan persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun dengan pemeluk agama lain.

“Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Simalungun, kita harus mampu berdiri bersama. Kita harus terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kerukunan antarumat beragama dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Advertisement

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun akan senantiasa membuka ruang seluas-luasnya untuk komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan MUI, para alim ulama, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DP MUI Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda VIII MUI Kabupaten Simalungun.

Advertisement

Prof. Maratua menegaskan bahwa MUI lahir, tumbuh, dan berkembang berkat dukungan ulama, pesantren, serta organisasi kemasyarakatan Islam, dan merupakan mitra pemerintah yang memikul tanggung jawab moral dan keilmuan untuk memberikan masukan, nasihat, serta bimbingan keagamaan.

“Menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar kepada umat serta di hadapan Allah SWT. Setiap pengurus harus memiliki keilmuan, kompetensi, integritas, keteladanan, komitmen, serta memahami ajaran Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Prof. Maratua.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pengurus senantiasa menjadikan nilai luhur Habonaron Do Bona sebagai semangat dasar dalam menegakkan kebenaran, keadilan, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Advertisement