Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus 6 Miliar
Penutupan festival ditandai dengan pengguntingan benang terakhir tenunan ulos. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa ulos tidak sekadar warisan budaya masa lalu, tetapi harus tetap hidup, dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi para perajinnya. Pesan tersebut sejalan dengan semangat Festival Tao Toba Joujou yang sejak pertama kali diselenggarakan Bank Indonesia Sibolga pada 2021 terus diarahkan untuk memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi serta mendukung akselerasi destinasi pariwisata Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.
Dalam empat kali penyelenggaraannya di Samosir, festival ini menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Tradisi tidak ditempatkan sekadar sebagai tontonan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia Sibolga memberikan penghargaan kepada UMKM dan kuliner dengan capaian penjualan dan digitalisasi terbaik. Untuk kategori penjualan terbanyak, Dame Ulos menjadi yang tertinggi dengan nilai penjualan mencapai Rp861 juta lebih. Sementara kategori kuliner dengan penjualan terbanyak diraih Samosir Food dengan nilai penjualan Rp58 juta lebih.
Penghargaan UMKM terdigital diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan, sedangkan kategori kuliner terdigital diberikan kepada Matahari Mangga Dua.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku UMKM, melainkan telah menjadi bagian penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan transaksi.
Bank Indonesia Sibolga juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Agro Budaya yang melibatkan kecamatan se-Kabupaten Samosir. Juara I diraih Kecamatan Pangururan, Juara II Kecamatan Sianjur Mulamula, dan Juara III Kecamatan Sitiotio. Harapan I diraih Kecamatan Ronggur Nihuta, Harapan II Kecamatan Palipi, dan Harapan III Kecamatan Harian. Sementara kategori Favorit I diraih Kecamatan Nainggolan, Favorit II Kecamatan Simanindo, dan Favorit III Kecamatan Onan Runggu.
Keterlibatan sembilan kecamatan dalam parade dan Agro Budaya memperlihatkan kekayaan potensi Samosir yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pertanian, kerajinan, kuliner dan budaya.
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.