Scroll keatas untuk baca artikel
Advertisement
SiantarSumateraSumatera Utara

Penasehat PERSAKMI Siantar Tekankan Kolaborasi dan Perilaku Hidup Sehat untuk Pembangunan Daerah

Penasehat PERSAKMI Siantar Tekankan Kolaborasi dan Perilaku Hidup Sehat untuk Pembangunan Daerah
Patar Luhut Panjaitan, SKM, MPH, Penasehat PERSAKMI Kota Pematangsiantar, menyampaikan arahan dan pemaparan kepada pengurus serta anggota PERSAKMI dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Rabu (28/1/2026). (Photo : BNS/ DP)

Pematangsiantar, DAILYPOS Penasehat Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Kota Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan, SKM, MPH, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Patar Luhut Panjaitan dalam pertemuan PERSAKMI Kota Pematangsiantar yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Rabu, (28/012026), sekitar pukul 12.00 WIB. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana dialogis, reflektif, dan penuh semangat kebersamaan, dengan dihadiri para pengurus serta anggota PERSAKMI Pematangsiantar dari berbagai latar belakang profesi kesehatan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Patar tidak hanya berbicara dalam konteks teoritis, tetapi juga membagikan perjalanan panjang akademik dan profesionalnya di bidang kesehatan masyarakat. Ia mengisahkan pengalaman pendidikan formal di bidang kesehatan masyarakat, pelatihan epidemiologi lapangan, hingga pengabdian dan tugas profesional di berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara.

Menurutnya, pengalaman lintas wilayah dan lintas negara telah membentuk cara pandangnya dalam melihat persoalan kesehatan masyarakat secara komprehensif. Ia menekankan bahwa inti dari ilmu kesehatan masyarakat terletak pada kemampuan menganalisis masalah secara sistematis, yakni dengan pendekatan orang, waktu, dan tempat.

“Ilmu kesehatan masyarakat mengajarkan kita untuk selalu berpikir analitis. Apa pun persoalannya, harus dilihat berdasarkan orang, waktu, dan tempat. Kalau kita salah membaca salah satu unsur ini, maka kebijakan dan intervensi yang kita lakukan juga akan meleset,” ujar Patar di hadapan peserta pertemuan.

Baca Juga :  Tongam Pangaribuan Kritik Tarif Angkot Rp10 Ribu Sekali Jalan

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut tidak hanya relevan dalam menangani penyakit atau masalah kesehatan lingkungan, tetapi juga sangat penting dalam tata kelola pemerintahan, perencanaan program, hingga pengelolaan anggaran sektor kesehatan. Menurutnya, banyak kebijakan yang gagal bukan karena kekurangan dana, tetapi karena lemahnya analisis terhadap konteks sosial dan lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Patar juga menyoroti pentingnya organisasi profesi, khususnya PERSAKMI, untuk menjadi wadah yang solid dan bermakna. Ia menekankan bahwa organisasi tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Advertisement

“PERSAKMI harus kompak, bahu-membahu, dan berani menggerakkan hal-hal kecil yang mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar bagi masyarakat. Kekuatan organisasi ada pada kebersamaan dan kepedulian,” katanya.

Ia menilai bahwa kekompakan internal merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan publik. Tanpa solidaritas dan semangat kolektif, organisasi profesi akan sulit berkontribusi secara optimal dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.

Patar juga mengajak seluruh anggota PERSAKMI untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pengabdian. Menurutnya, kecintaan terhadap daerah harus diwujudkan melalui dukungan aktif terhadap setiap program organisasi dan kesediaan untuk terlibat langsung dalam upaya perbaikan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Hadiri HML TPID Sumut: Jaga Kesinambungan Distribusi Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

“Kalau kita mengaku cinta pada kota ini, maka kita harus siap berkontribusi. Tidak harus selalu besar, yang penting konsisten dan berdampak,” tuturnya.

Advertisement

Selain aspek organisasi, ia memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, terutama melalui budaya membaca dan memperluas wawasan. Ia mendorong setiap anggota PERSAKMI untuk membiasakan diri membaca, baik literatur ilmiah maupun regulasi dan kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi merupakan hal krusial agar tenaga kesehatan masyarakat dapat berjalan seirama dengan kebijakan nasional dan daerah.

Advertisement

“Saya selalu mengingatkan, luangkan waktu minimal satu jam sehari untuk membaca. Ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah tidak akan pernah cukup. Membaca itu bukan sekadar kebutuhan pribadi, tapi kewajiban moral bagi tenaga kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan kesehatan, Patar menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada ketersediaan fasilitas kesehatan, melainkan pada persoalan lingkungan dan perilaku masyarakat. Ia menilai bahwa tanpa perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, berbagai program kesehatan tidak akan mencapai hasil maksimal.

Advertisement

Ia mencontohkan persoalan pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, serta kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Kursi Lapangan Merdeka Dikuasai Dagangan, “Air Mineral Duduk di Kursi, Warga di Pinggir Jalan”

“Sebagus apa pun rumah sakit dan secanggih apa pun alat kesehatan, kalau perilaku masyarakat tidak berubah, maka derajat kesehatan tidak akan meningkat signifikan,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong PERSAKMI untuk mengambil peran aktif dalam edukasi masyarakat serta membangun kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar, DPRD, dan perangkat daerah terkait. Menurutnya, isu kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi semua unsur.

“Kata kuncinya kolaborasi. Eksekutif, legislatif, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat harus berjalan bersama. Tidak bisa sendiri-sendiri,” katanya menekankan.

Ia menambahkan bahwa PERSAKMI memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebijakan publik. Dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki, organisasi ini diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data dan analisis kepada pemerintah daerah.

Menutup penyampaiannya, Patar kembali menegaskan tujuan utama PERSAKMI, yakni mengembangkan profesi kesehatan masyarakat, menjadi penggerak pembangunan, serta berada di garda terdepan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Pematangsiantar.

“Pada akhirnya, hidup ini harus berguna untuk orang lain. Kalau kehadiran kita tidak memberi manfaat, maka ilmu dan jabatan tidak ada artinya. Itu prinsip hidup yang harus kita pegang sampai akhir,” pungkasnya.

Advertisement
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, Dailypos.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini