Scroll keatas untuk baca artikel
Advertisement
SiantarSumateraSumatera Utara

Patar Luhut Panjaitan Tegaskan Persatuan di Bona Taon 2026 Punguan Panjaitan Raja Sijorat Paraliman Silundunipahu

Patar Luhut Panjaitan Tegaskan Persatuan di Bona Taon 2026 Punguan Panjaitan Raja Sijorat Paraliman Silundunipahu
Ketua Umum Punguan Panjaitan Raja Sijorat Paraliman Silundunipahu Kota Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan, saat menyampaikan sambutan dalam Ibadah Syukuran Bona Taon Tahun 2026 di Gedung Serbaguna GPIB, Pematangsiantar, Senin (16/2/2026).

Pematangsiantar, DAILYPOS Ketua Umum Punguan Panjaitan Raja Sijorat Paraliman Silundunipahu Kota Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan, menegaskan bahwa persatuan, keterbukaan, dan kasih harus menjadi fondasi utama dalam membangun kumpulan keluarga besar Panjaitan. Penegasan tersebut disampaikannya dalam Ibadah Syukuran Bona Taon Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna GPIB, Jalan Simbolon, Senin (16/2/2026).

Dalam sambutannya di hadapan seluruh anggota punguan, boru, bere, ibebere, serta generasi muda Panjaitan, Patar mengawali dengan ungkapan syukur atas kebersamaan yang masih terjalin hingga saat ini.

“Pertama-tama, marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Penuh Kasih dan Kebaikan, yang masih memberikan kepada kita kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Bona Taon ini,” ucap Patar.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang masih dirasakan bukanlah sesuatu yang biasa, melainkan anugerah yang harus dijaga dan dirawat bersama.

Patar kemudian mengingatkan bahwa sejumlah dinamika dan perkembangan telah ia sampaikan sebelumnya, termasuk pada saat perayaan Natal.

“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan sebelumnya, termasuk pada saat perayaan Natal, ada beberapa informasi dan perkembangan yang perlu kita pahami bersama,” ujarnya.

Menurutnya, punguan Panjaitan harus tetap memiliki sikap terbuka terhadap siapa pun yang ingin berjalan bersama dalam semangat kekeluargaan.

Baca Juga :  Anak Muda Bergerak Siantar–Simalungun Dukung Kapolres Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Pemuda Disabilitas

“Saya pernah mengatakan dalam pertemuan kita di Siantar, bahwa kita membuka diri. Apabila ada yang ingin bersekutu bersama marga Panjaitan, kita tidak pernah menutup pintu. Tidak tertutup kemungkinan kita berafiliasi dan bekerja sama, baik dengan sesama marga Panjaitan maupun dengan rekan kerja kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sikap keterbukaan tersebut memiliki dasar kuat dalam sejarah dan adat Batak.

“Dalam sejarah dan adat kita jelas disebutkan: Raja Panjaitan na mangalap boru Hasibuan. Artinya, sejak dahulu sudah ada hubungan kekerabatan yang terjalin. Mata ni ari bincar Hasibuan, dan di sana kita satu garis, satu sejarah. Ini menunjukkan bahwa persatuan itu sudah menjadi bagian dari perjalanan kita,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Patar menyampaikan bahwa sejumlah ketua sebelumnya juga telah memberikan sinyal keterbukaan.

“Beberapa waktu yang lalu, para ketua yang kita kenal sebelumnya juga telah membuat pernyataan bahwa mereka membuka diri apabila ada yang ingin bersekutu bersama. Ini adalah sinyal yang baik,” ujarnya.

Menurut Patar, pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa teori-teori lama yang membatasi garis keturunan kini telah gugur dengan sendirinya.

“Sinyal bahwa teori-teori yang pernah dibangun terdahulu, yang membatasi dan memisahkan, sesungguhnya telah gugur dengan sendirinya,” katanya.

Baca Juga :  Rumah Juang Patar Siap Menangkan Pasangan Wesly Silalahi - Herlina

Ia menegaskan identitas garis keturunan yang diyakininya.

Advertisement

“Karena di Siantar ada Patar Luhut Panjaitan yang menyatakan dirinya sebagai Pomparan Sijorat Paraliman, Silundu Nipahu dari Matio. Dan hal itu bukan berdiri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, ketika seluruh anggota yang saroha atau satu hati bersatu padu menyatakan asal-usul yang sama, maka pembatasan teori menjadi tidak relevan.

Advertisement

“Ketika kita yang saroha, satu hati, bersatu padu menyatakan bahwa Opung kita adalah Raja Sijorat Paraliman Silundu Nipahu, maka teori-teori yang hanya membatasi pada empat garis saja menjadi tenggelam. Karena kekuatan sejarah dan persatuan kita lebih besar dari sekadar teori,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh anggota menjadikan Bona Taon sebagai momentum konsolidasi dan penguatan organisasi.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh amang dan inang, marilah kita berbangga hati dan bersatu untuk mengembangkan punguan ini. Besar yang bisa kita berikan kepada umat dan keluarga kita,” ucapnya.

“Kita membuka lebar hati bila ada yang ingin bersekutu dengan kita. Aido harajooni, kita bersatu padu,” lanjutnya.

Advertisement

Namun ia mengingatkan bahwa persatuan harus tetap berlandaskan nilai dan karakter.

“Namun ingat, dalam persatuan itu kita tetap memberikan warna. Raja Sijorat Paraliman memiliki karakter kesatria,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Jelang HBKN, Pemkab Simalungun Gelar Kegiatan GPM

Ia menutup dengan penegasan nilai kasih sebagai dasar utama kebersamaan.

“Marholong ni roha, kasih dari hati, harus kita tanamkan dalam hati dan pikiran kita. Apapun yang kita lakukan, besar atau kecil, hendaknya dilandasi oleh kasih, kehormatan, dan semangat persaudaraan,” pungkasnya.

Sambutan tersebut kemudian ditutup dengan salam adat.

“Horas,” tutup Patar, yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

Perayaan Bona Taon 2026 ini menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menegaskan komitmen keterbukaan dalam bingkai adat dan kasih.

Rangkaian kegiatan dalam perayaan tersebut sebelumnya diawali dengan registrasi dan coffee morning sebelum memasuki ibadah kebaktian umum sebagai inti acara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi lelang, makan bersama, serta penyampaian laporan pengurus Punguan Kota Tahun 2025 oleh Sekretaris Umum dan laporan keuangan oleh Bendahara Umum sebagai bentuk transparansi organisasi.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat panortorion antar sektor digelar, diikuti hiburan dan pembagian souvenir dari panitia, sebelum akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama pada sore hari.

Perayaan Bona Taon 2026 bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi, konsolidasi, dan penguatan solidaritas keluarga besar Punguan Panjaitan Raja Sijorat Paraliman Silundunipahu Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.

Advertisement
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, Dailypos.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini