📱
Get DailyPOS App with new looks!
🔍

Pasca Banjir Serbelawan, Normalisasi Sungai Sikkam, Pembangunan Embung Hingga Kawasan Resapan Air Jadi Prioritas

A Penulis : Alboing Damanik Alboing   |   R Editor : Redaksi Redaksi
01 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Pasca Banjir Serbelawan, Normalisasi Sungai Sikkam, Pembangunan Embung Hingga Kawasan Resapan Air Jadi Prioritas
Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora saat melakukan kunjungan ke lokasi banjir. Foto (diskominfo simalungun)

Simalungun, DAILYPOS - Setelah banjir yang melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar akibat meluapnya Sungai Sikkam, Pemerintah Kabupaten Simalungun segera merancang langkah‑langkah strategis sebagai solusi jangka panjang guna mencegah musibah yang sama terulang kembali di masa mendatang.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, saat meninjau lokasi pasca banjir di wilayah tersebut, Sabtu (1/8/2026).
“Langkah pertama yang akan segera dilaksanakan adalah normalisasi Sungai Sikkam,” ungkap Sekda.

Sekda mengatakan, hasil peninjauan di lapangan memperlihatkan adanya sedimentasi yang cukup tinggi, yang membuat kapasitas sungai berkurang dan tidak mampu lagi menampung debit air saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, pemulihan fungsi dan kedalaman sungai menjadi prioritas utama agar aliran air kembali lancar dan optimal.

Selain perbaikan sungai, Pemkab Simalungun juga merencanakan pembangunan embung serta kawasan resapan air di sejumlah titik strategis, bekerja sama dengan pihak perusahaan setempat termasuk kawasan PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone dan wilayah di Kecamatan Tapian Dolok.

Pembangunan ini bertujuan untuk menahan dan memperlambat aliran air hujan di wilayah hulu sebelum masuk ke aliran Sungai Sikkam, sehingga lonjakan debit air dapat dikendalikan dan risiko luapan ke arah pemukiman berkurang secara signifikan.

Langkah serupa juga direncanakan di kawasan PLTA Dolok Ilir guna memastikan aliran air tetap teratur dan tidak menimbulkan hambatan maupun genangan di wilayah hilir.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan, Pemkab Simalungun juga bekerja secara cermat dan terukur: terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara serta tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU).

"Kajian teknis yang komprehensif ini menjadi landasan agar setiap kebijakan dan penanganan yang diambil benar‑benar tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Seluruh program ini dipastikan mulai direalisasikan pada tahun ini sebagai bukti nyata komitmen melindungi masyarakat," pungkasnya.

Suasana dapur umum bagi warga terdampak banjir yang berada di kantor Lurah Serbelawan. Foto (diskominfo simalungun)

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi Kepala Pelaksana BPBD Budiman Silalahi, Kepala Dinas Kominfo Akbar Putra Siregar, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, serta unsur Forkopimca setempat.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.