πŸ“±
Get DailyPOS App with new looks!
πŸ”

Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah: Pakar UPER Soroti Pergeseran Geopolitik Global dan Mitigasi Bagi Indonesia

R Penulis : Redaksi Dailypos Redaksi   |   R Editor : Redaksi Redaksi
11 Maret 2026 | 15:19 WIB
Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah: Pakar UPER Soroti Pergeseran Geopolitik Global dan Mitigasi Bagi Indonesia
Dr. Ian Montratama menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Intelijen TNI Angkatan Udara (Rakor Intelau) di Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau).

β€œAkibatnya, terjadi pergeseran tatanan global dari sistem unipolar menuju multipolar. Dalam kondisi ini, stabilitas global tidak lagi didominasi oleh satu kekuatan besar, melainkan dipengaruhi oleh dinamika aliansi strategis antarnegara. Hal ini menjadikan kawasan Timur Tengah semakin strategis sebagai pusat rivalitas kekuatan global,” jelas Dr. Ian.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, Dr. Ian menilai Indonesia perlu memperkuat strategi mitigasi untuk menghadapi dinamika tersebut.

Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan stabilisasi ekonomi, termasuk memperkuat jaring pengaman fiskal untuk meredam dampak inflasi energi. Dari sisi diplomasi, Presiden diharapkan mengambil inisiatif seruan deeskalasi melalui Board of Peace (BoP), ASEAN, serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, pemerintah juga perlu segera mematangkan rencana kontingensi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari negara-negara di kawasan Teluk.

Sementara dalam jangka panjang, pemerintah perlu merancang ketahanan nasional yang berbasis pada kemandirian teknologi pertahanan dan industri, termasuk pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) yang tidak bergantung pada pihak asing. Pemerintah juga perlu memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber impor energi serta percepatan transisi menuju energi alternatif.

β€œSituasi global saat ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan ekonomi, energi, dan geopolitik merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Indonesia perlu memperkuat kemandirian energi sekaligus menjaga prinsip diplomasi bebas aktif di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Pertamina dapat berperan sebagai pionir riset dalam pengembangan kemandirian energi serta pembangunan kekuatan jaringan siber berbasis Artificial Intelligence (AI). Rekomendasi berbasis riset menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pihak asing,” tutup Dr. Ian.

Universitas Pertamina melalui Program Studi Hubungan Internasional terus mendorong kajian strategis terkait geopolitik global, diplomasi, dan ketahanan energi melalui pendidikan serta riset. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.