📱
Get DailyPOS App with new looks!
🔍

Lokomotif Uap DSM 38 Berusia 113 Tahun, Saksi Bisu Perjalanan Panjang Perkeretaapian Sumatera Utara

A Penulis : Alboing Damanik Alboing   |   R Editor : Redaksi Redaksi
08 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Lokomotif Uap DSM 38 Berusia 113 Tahun, Saksi Bisu Perjalanan Panjang Perkeretaapian Sumatera Utara
Lokomotif Uap DSM 38 berusia 113 Tahun. Foto (istimewa)

Medan, DAILYPOS - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus merawat warisan sejarah perkeretaapian melalui keberadaan Monumen Lokomotif Uap DSM 38 yang berdiri di kawasan Stasiun Medan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo mengatakan keberadaan lokomotif uap berusia sekitar 113 tahun tersebut merepresentasikan perjalanan panjang transportasi kereta api dalam membangun konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sejak awal abad ke-20.

"Lokomotif DSM 38 menjadi simbol perkembangan perkeretaapian di Sumatera Utara. Kehadirannya mengingatkan bahwa kereta api telah berkontribusi dalam membuka konektivitas antarwilayah, mendukung distribusi hasil perkebunan, dan menggerakkan perekonomian daerah selama lebih dari satu abad," ujar Anwar, Sabtu (8/8/2026).

Lokomotif DSM 38 merupakan peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), perusahaan kereta api swasta era Hindia Belanda yang membangun jaringan rel pertama di Sumatera bagian timur untuk mengangkut hasil perkebunan dan melayani penumpang.

Berdasarkan catatan sejarah, lokomotif buatan Sächsische Maschinenfabrik vorm. Richard Hartmann AG, Chemnitz, Jerman, tersebut diproduksi pada 1913 dan mulai beroperasi di Sumatera Utara pada 1914.

Selama sekitar 63 tahun masa operasinya, lokomotif itu melayani perjalanan kereta penumpang dan angkutan barang di berbagai lintas, di antaranya Medan–Tebing Tinggi, Medan–Kisaran, dan Medan–Tanjungbalai. Setelah dipensiunkan pada 1977, lokomotif tersebut kemudian ditempatkan sebagai monumen di kawasan Stasiun Medan.

Anwar menjelaskan, DSM 38 menjadi salah satu warisan sejarah perkeretaapian tertua yang masih dapat disaksikan masyarakat di Sumatera Utara sehingga memperkaya nilai edukasi sekaligus memperkuat identitas heritage Stasiun Medan.

"Monumen ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung perjalanan perkembangan teknologi perkeretaapian. Kami berharap generasi muda semakin mengenal sejarah perkeretaapian nasional melalui peninggalan yang masih terawat dengan baik," katanya.

Seiring revitalisasi Stasiun Medan dalam beberapa tahun terakhir, Monumen Lokomotif DSM 38 tetap dipertahankan sebagai bagian dari kawasan heritage stasiun sekaligus landmark Kota Medan.

Namun, Anwar menyampaikan bahwa untuk saat ini masyarakat maupun calon penumpang belum dapat berswafoto di lokasi monumen. Hal tersebut dikarenakan kawasan Stasiun Medan masih dalam tahap penataan, termasuk area di sekitar monumen lokomotif demi alasan keamanan dan kenyamanan bersama.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.