Scroll keatas untuk baca artikel
Advertisement
SiantarSumateraSumatera Utara

Kursi Lapangan Merdeka Dikuasai Dagangan, “Air Mineral Duduk di Kursi, Warga di Pinggir Jalan”

Kursi Lapangan Merdeka Dikuasai Dagangan, “Air Mineral Duduk di Kursi, Warga di Pinggir Jalan”
Pedagang meletakkan dagangan air mineral di kursi taman Lapangan Merdeka meski telah ada larangan berjualan di kawasan tersebut. (Foto : Juindra)

Pematangsiantar, DAILYPOS Meski telah terpasang plang larangan berjualan di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar, masih banyak pedagang yang nekat dan melanggar aturan dengan memasukkan barang dagangannya ke area tersebut.

Masuknya pedagang ke dalam Lapangan Merdeka menjadi bukti bahwa plang larangan yang dibuat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Satpol-PP Kota Pematangsiantar terkesan hanya sebatas formalitas. Hal ini diperparah dengan tidak adanya petugas Satpol-PP yang berjaga di lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang tidak hanya berjualan di sekitar area, tetapi juga menggelar tikar di dalam kawasan taman. Tikar tersebut digunakan sebagai tempat duduk warga, yang sekaligus menjadi daya tarik agar dagangan mereka laku.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan Masyarakat Nagori Limag dan Shalat Tarawih Bersama, Bupati Simalungun Ajak Masyarakat Perbaiki Diri
Deretan botol air mineral terlihat memenuhi kursi taman di Lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar, yang seharusnya digunakan warga untuk duduk dan beristirahat. (Foto : Juindra)

Salah seorang warga, Len Purba, mengaku kesulitan untuk sekadar duduk di taman bunga karena kursi taman telah ditempati oleh barang dagangan, khususnya air mineral.

Advertisement

“Sekarang kursi untuk duduk di taman bunga harus bersaing dengan air mineral, air mineral duduk di kursi taman, masyarakat duduk di pinggir jalan,” kelakarnya, Jumat 6 Februari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Lapangan Merdeka menjadi lokasi favorit warga untuk berolahraga lari maupun berjalan kaki. Namun, karena maraknya pedagang yang berjualan hingga ke sepanjang trotoar, aktivitas olahraga kini beralih ke Lapangan Adam Malik.

Advertisement

Keluhan serupa disampaikan R Simanjuntak. Ia menilai kehadiran Satpol-PP di lokasi hanya sebatas formalitas.

Baca Juga :  Hadiri Acara Resepsi Hari Amal Bakti Ke-80, Bupati Simalungun Harapkan Kemenag Tetap Menjadi Motor Kerukunan Umat Beragama

“Kekmanalah ya, adanya Satpol-PP kesini, tapi cuma untuk foto baru pergi, udah ku perhatikan itu, sering kayak gitu,” ucapnya.

Advertisement
Deretan botol air mineral terlihat memenuhi kursi taman di Lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar, yang seharusnya digunakan warga untuk duduk dan beristirahat. (Foto : Juindra)

Ia pun menyayangkan sikap Pemerintah Kota Pematangsiantar yang dinilai kurang peduli terhadap kondisi dan fungsi Lapangan Merdeka sebagai ruang publik.

Sementara itu, saat ditemui terpisah, Kepala Dinas PKP Kota Pematangsiantar, Robert Sitanggang, mengatakan pihaknya kerap berkoordinasi dengan Satpol-PP terkait penertiban pedagang yang berjualan di dalam Lapangan Merdeka maupun yang meletakkan dagangannya di kursi taman.

Advertisement

“Kita sering berkoordinasi dengan pihak Satpol-PP untuk menertibkan pedagang yang berjualan di dalam, dan menutup tikar yang sudah digelar, tetapi kalau kita sudah tidak di sana, mereka kembali menggelar tikar dan masuk berjualan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Hadiri Forum Konsultasi Publik RKPD Provsu: Peluang Daerah Mendapatkan Ruang Dalam Pembiayaan Pembangunan

Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Satpol-PP Kota Pematangsiantar, Mangaraja Nababan, belum berhasil dihubungi. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp juga belum mendapat jawaban.

Advertisement
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, Dailypos.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini