Pematangsiantar, DAILYPOS – Meski telah terpasang plang larangan berjualan di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Pematangsiantar, masih banyak pedagang yang nekat dan melanggar aturan dengan memasukkan barang dagangannya ke area tersebut.
Masuknya pedagang ke dalam Lapangan Merdeka menjadi bukti bahwa plang larangan yang dibuat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Satpol-PP Kota Pematangsiantar terkesan hanya sebatas formalitas. Hal ini diperparah dengan tidak adanya petugas Satpol-PP yang berjaga di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang tidak hanya berjualan di sekitar area, tetapi juga menggelar tikar di dalam kawasan taman. Tikar tersebut digunakan sebagai tempat duduk warga, yang sekaligus menjadi daya tarik agar dagangan mereka laku.

Salah seorang warga, Len Purba, mengaku kesulitan untuk sekadar duduk di taman bunga karena kursi taman telah ditempati oleh barang dagangan, khususnya air mineral.
“Sekarang kursi untuk duduk di taman bunga harus bersaing dengan air mineral, air mineral duduk di kursi taman, masyarakat duduk di pinggir jalan,” kelakarnya, Jumat 6 Februari 2026.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Lapangan Merdeka menjadi lokasi favorit warga untuk berolahraga lari maupun berjalan kaki. Namun, karena maraknya pedagang yang berjualan hingga ke sepanjang trotoar, aktivitas olahraga kini beralih ke Lapangan Adam Malik.
Keluhan serupa disampaikan R Simanjuntak. Ia menilai kehadiran Satpol-PP di lokasi hanya sebatas formalitas.
“Kekmanalah ya, adanya Satpol-PP kesini, tapi cuma untuk foto baru pergi, udah ku perhatikan itu, sering kayak gitu,” ucapnya.

Ia pun menyayangkan sikap Pemerintah Kota Pematangsiantar yang dinilai kurang peduli terhadap kondisi dan fungsi Lapangan Merdeka sebagai ruang publik.
Sementara itu, saat ditemui terpisah, Kepala Dinas PKP Kota Pematangsiantar, Robert Sitanggang, mengatakan pihaknya kerap berkoordinasi dengan Satpol-PP terkait penertiban pedagang yang berjualan di dalam Lapangan Merdeka maupun yang meletakkan dagangannya di kursi taman.
“Kita sering berkoordinasi dengan pihak Satpol-PP untuk menertibkan pedagang yang berjualan di dalam, dan menutup tikar yang sudah digelar, tetapi kalau kita sudah tidak di sana, mereka kembali menggelar tikar dan masuk berjualan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Satpol-PP Kota Pematangsiantar, Mangaraja Nababan, belum berhasil dihubungi. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp juga belum mendapat jawaban.











Jadilah yang pertama berkomentar di sini