Scroll keatas untuk baca artikel
Advertisement
Regional

Program Nasional Mandek, Manajer Kebun Marihat Disorot Keras: KMP Silampuyang Terhambat di Tangannya

Program Nasional Mandek, Manajer Kebun Marihat Disorot Keras: KMP Silampuyang Terhambat di Tangannya

DAILYPOS, Simalungun Mandeknya pendirian Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, kini mengarah pada satu titik krusial: Manajer PTPN IV Regional II Kebun Marihat, Andi Sahatma Purba. Sikap dan kewenangan yang melekat pada jabatannya diduga menjadi faktor utama penghambat realisasi program nasional tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan, seluruh tahapan administratif telah dijalankan oleh Pemerintah Desa Silampuyang. Lokasi lahan yang diusulkan berada di depan Kantor Nagori Silampuyang, wilayah Afdeling II (AFD-2) Kebun Marihat, Simpang Huta Bagasan—lokasi yang dinilai strategis, jelas peruntukannya, dan telah diusulkan secara resmi.

Tak berhenti di tingkat desa, usulan pendirian KMP juga telah mengantongi rekomendasi Camat Siantar dan bahkan ditembuskan kepada Dandim 0207/Simalungun sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor. Namun ironisnya, seluruh proses tersebut seolah berhenti total di meja Manajer Kebun Marihat.

Baca Juga :  Masuk Daftar Finalis, Marasyauqi Hariri Simanjuntak Bikin Bangga Anak Siantar di Pekan Ilmiah Perguruan Tinggi Kedinasan
Advertisement

Hingga kini, tidak ada persetujuan, tidak ada penolakan tertulis, dan tidak ada penjelasan resmi dari Manajer Kebun Marihat terkait pemanfaatan lahan HGU Afdeling II tersebut. Kondisi ini memunculkan kesan kuat adanya pembiaran, penundaan tanpa dasar jelas, atau sikap tidak kooperatif dari pejabat yang seharusnya mendukung program strategis negara.

Dalam kegiatan peninjauan lapangan yang melibatkan Asisten Pengawas Kebun (APK), Administratur Kebun Marihat, Ketua KMP, serta aparat desa, fakta lokasi telah diperlihatkan secara langsung. Namun, alih-alih menghasilkan keputusan atau rekomendasi, peninjauan tersebut berakhir tanpa kejelasan arah kebijakan, dan kembali menggantung nasib KMP di Desa Silampuyang.

Advertisement

Sikap Manajer Kebun Marihat ini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, Koperasi Merah Putih merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Ketika program tersebut terhambat tanpa alasan transparan, pertanyaan serius pun muncul mengenai komitmen sosial dan profesionalisme pejabat kebun.

Baca Juga :  Tebar Kebaikan, Mahasiswa dan Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Bagikan Ratusan Paket Takjil

“Yang kami butuhkan hanya kejelasan. Kalau ditolak, sampaikan alasannya. Kalau bisa dibantu, jalankan. Tapi jangan digantung seperti ini,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui langsung proses pengajuan tersebut.

Advertisement

Masyarakat Desa Silampuyang menilai, sikap diam dan berlarut-larut dari Manajer Kebun Marihat justru mencederai semangat pembangunan desa dan bertolak belakang dengan prinsip BUMN yang seharusnya hadir untuk rakyat, bukan menjadi penghambat inisiatif ekonomi kerakyatan.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Region Head PTPN IV Regional II, Budi Susanto, selaku atasan langsung Manajer Kebun Marihat, Andi Sahatma Purba, pada Jumat (09/01/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak satu pun tanggapan resmi diberikan, memperkuat kesan tertutup dan minimnya itikad klarifikasi dari jajaran pimpinan kebun.

Baca Juga :  Simalungun Dag di Rijswijk Belanda Berlangsung Sukses dan Meriah
Advertisement

Hingga berita ini diturunkan, pendirian Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Silampuyang masih tersandera oleh ketidakjelasan sikap Manajer PTPN IV Kebun Marihat, sementara harapan masyarakat desa terus digantung tanpa kepastian.
(Red)

Advertisement
Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, Dailypos.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini

Coming Soon

Rpxxx.xxx Beli Disini